Senin, 28 Desember 2015

Siap2 2016!

Throwback.. resolusi tahun 2015 kemarin hanya 1..yaitu jadi istri n ibu yg baik.. sempat update status jg setahun yg lalu.
Entahlah hal itu tercapai atau tidak. Hanya suami yg bisa menilai. But at least i was so so so really hard to try that accomplishment. Belom bisa dibilang jago masak..tapi bisa lah sampe tingkat masak rendang n bikin2 dadar gulung. Urus anak sendiri from A to Z. Belom bisa dibilang "the expert mom" jg tp okelah ya.. anak belom 3 taun tp udah bisa bilang thank you.. assalamualaikum.. berhitung n bernyanyi in billingual, ngajarin anak bikin mainan sendiri.. lulus asi ekslusif for a lil baby dll.

Nah gatau knp.. mau ganti tahun, jadi deg2an gini sampe susah tidur.
Mungkin.. yg jadi "biang kerok"nya adalah terlalu banyak dan muluk2 resolusi 2016 mendatang.
I love everything got planned... i love everything happen according to my expectation. And i hate if everything got change.
Tapi balik lagi.. manusia cuma bisa berencana. Allah jd penentunya. Hmm... tp lagi2 gausah sedih lah kalo rencana berubah! kan masih ada plan A plan B.
Resolusi kali ini mungkin ada 10 bahkan lebih. Maaf tidak bisa disebutkan.. tapi sepertinya saya akan keluar dari zona nyaman dan aman. Bukan nyaman dan aman juga sih.. hanya kurang tantangan. Kan seru kalo ada hal yg baru lagi di tahun 2016.

Jgn buang2 energy n waktu deh, selain buat diri lebih baik, lebih taat n lebih bersih hati.. learning something new is a must in 2016!!
Deal?

Selasa, 22 Desember 2015

Blog baru.. horay!

Dimana-mana yang namanya barang baru..pasti disayang-sayang. Diliat2 or dipegang2 terus. Gak boleh lecet sedikit pun..Disimpan baik-baik. Dijaga. Dirawat gimana caranya biar keliatan kinclong, dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan blog ini. Blog ini baru saya buat 2 jam yang lalu, tapi rasanya mau saya penuhi dengan ribuan.. bahkan jutaan kata-kata yang ada di otak saya.
Saya ingin mengubah tampilannya jadi lebih kece..tapi karena masih awam,, yahh..seperti kata Band Kotak. "pelan-pelan saja".
Kadang saya bisa too excited terhadap suatu hal, seperti saya yang sedang sangat tertarik pada blog. Blog bukan barang baru  buat saya..mungkin sekitar 6 tahun yang lalu saya sudah sempat menulis blog. Tapi apa daya..kurangnya kekonsistenan saya membuat blog saya entah pergi kemana. Lupa email..lupa password.
Dan rencana saya di penghujung tahun ini.. akhir tahun 2015 ini saya mempunyai satu blog lucu yang semoga bisa bermanfaat buat banyak orang. Tapi kalau tidak setuju dengan apa yang saya tulis.. ya monggo silakan berkomentar. Namanya juga tulisan pribadi. Nggak salah toh!

Baru 2 jam sudah ada 5 post yang saya buat. Dalam pikiran saya, seperti ingin muntah! Banyak sekali berkoar-koar ingin dituangkan dalam blog ini. Ya ditunggu saja..isinya apa.. bisa mood..bisa activity..bisa tentang kehidupan. Anything.

Jujur aja, saya bukanlah seorang yang expert dalam hal menulis dan jelas saya bukan penulis. Saya hanya ibu rumah tangga dengan 2 anak yang sedang berusaha bangkit dan eksis lagi setelah ada 2 org asisten rumah tangga yang membantu saya. Alhamdulillah!
Salam kenal

Selfie bukanlah kejahatan

Pernah saya baca sebuah artikel.. kalau para istri selfie itu hukumnya haram. Nah lho!
Di artikel tersebut dijelaskan kalau kecantikan istri itu hanya untuk suami seorang. Tidak boleh ada yang melihat kecantikan istri selain suaminya. Bahkan profile picture pun tidak boleh memajang foto diri.
Menurut saya, ini sebuah kontroversi.. terkadang kita harus melihat sudut pandang yang berbeda.
Lagi-lagi menurut saya, selfie adalah wujud kepercayaan diri. Coba Anda bandingkan.. perempuan yang sering selfie dengan perempuan yang tidak pernah selfie sama sekali. Pasti rata2.. yang selfie itulah yang akan terlihat menarik. Anda tahu guys.. ketika perempuan merasa dirinya menarik..ia akan mempunya aura yang positif untuk lingkungan sekitarnya. Ia akan lebih bisa menjadi moodbooster buat orang-orang yang dicintainya. Ia akan merasa dirinya diakui dan hebatnya lagi bisa menonjolkan potensi dirinya lebih besar lagi.
Tapii.. hal ini tentu saja jangan dilakukan terus-menerus dan berulang-ulang bahkan foto Anda sampai memenuhi timeline. Its big No.,, No! haha
Sewajarnya.. seimbangkan dan jangan lupa foto selfie Anda isi juga dengan quote2 yang bermanfaat.
Saya yakin suami Anda tidak akan marah ketika orang lain menganggap diri Anda cantik dan menarik.
Tapi ingat juga.. selfie nya yg sopan syariah dan jgn bitchy2!

Satu lagi.. karena selfie bukanlah suatu kejahatan! hahaha


Menulis itu seperti melepas stress

Pernahkah Anda bingung terhadap suami Anda yang bisa menghabiskan waktunya berjam-jam di depan playstation atau komputer hanya untuk melampiaskan hobinya!

Sebenarnya hal itu bagus ketika mereka lelah bekerja..dan hobinya itulah yang jadi obat untuk melepaskan segala beban di pikiran mereka.
Berbeda dengan para istri.. untuk melakukan hobi, mereka butuh waktu ekstra atau waktu colongan yang bahkan tidak ada sama sekali. Itulah yang membuat "boys will be boys".. sementara istri akan menjadi terlihat lebih tua dari umurnya karena hobi yang tidak tersalurkan dan terus 24 jam memikirkan soal rumah tangga dan anak-anak.

Saya suka menulis.. dan kalo dibilang hobi.. menurut saya ini bukan hobi karena saya lebih suka menyukai musik tapi menulis itu seperti melepas stress. Keruwetan masalah rumah tangga yang tidak mungkin kita bagi dengan orang lain dan bahkan suami.. bisa tersalurkan lewat tulisan. Ketika menulis.. otak akan bekerja lebih santai, lebih nyaman dan sistem di otak itulah yang membuat partikel-partikel stress akan hilang dengan sendirinya. Asiikkk..

Menurut penelitian juga.. menulis dapat mengatasi emosi negatif. Nah buat moms yang kadang suka gak sabar sm anak-anaknya, kemungkinan lagi stress tuh! Coba deh untuk mulai menulis.
Menulis alias mengetik. hahhaaa



Anak senang kalau Mama kreatif

Sebagai housewife.. setiap hari pikiran, waktu dan tenaga terkuras memikirkan stimulasi apa lagi yang bisa diberikan untuk anak. Untuk anak 2-3 tahun bermain adalah pekerjaannya. Tapi bermain yang seperti apa yang bisa menambah kreatifitasnya.

Kali ini..mama kece mau share permainan yang bisa meningkatkan kreatifitas dan menyenangkan untuk buah hati Anda! hihi


Make a simple playdoh at home

Ingredient :
- Tepung terigu 3 cup
- Garam 1 cup
- Minyak goreng 1 sdt
- Pasta secukupnya
- Air hangat secukupnya

Mix and blend..sampai kalis ya mom! Pokoknya jangan sampai lengket di tangan. Dikira2 aja ukurannya, hihii
Selamat mencoba!

Make a Fake Sand

Moms.. daripada jauh-jauh ke Ancol nemenin Anak main pasir. Better u can make your own sand. And see the fun at your home.

Ingredient :
Plain flour and baby oil.

Tepung terigunya sekilo.. baby oilnya 1 botol mom. boleh juga sih pake minyak sayur.

Manfaatnya banyak banget lho permainan2 hasil kreasi sendiri! Selain membuat ikatan ibu dan anak makin terjalin, anak diajarkan untuk membuat sendiri mainannya (dibandingkan beli playdoh instan). Anak diajarkan juga segala sesuatu membutuhkan proses. Ketika mainan sudah jadi, anak diajarkan juga berpikir kreasi seperti apa yang akan dia buat. Melatih imajinasi dan melatih motorik tangan anak.
Selamat mencoba mom!
Have fun kiddos... 




Please mom..jangan cuek!

Saya yakin.. ibu dimanapun di seluruh penjuru dunia menginginkan anak yang baik. Tapi kata "anak yang baik" memang relatif ya!

Mengutip pembicaraan saya dengan asisten rumah tangga saya beberapa waktu lalu. Kebetulan kalau bekerja, anaknya yang berumur 6 tahun selalu dbawa karena saya ijinkan untuk diajak ke rumah,

Me : Anakmu belum tahu warna ya mbak.. (saya tahu ketika anak2 sedang bermain)
Mbak : Belum bu .. (sambil sedikit tertawa). Gak ada waktu ngajarin.. diem anteng di rumah aja udah sukur.

Dari percakapan singkat tadi, saya tidak habis pikir, bagaimana seorang anak yang beusia 6 tahun belum tahu warna.. dibandingkan dengan anak saya yang belum genap 3 tahun..sudah tahu warna-warna dalam bahasa Indonesia dan Inggris, dan menganggap anak yang diam di rumah adalah sesuatu hal yang membanggakan. Dan parahnya lagi si ibu bilang"tidak ada waktu untuk mengajarkan."

Saya jadi berpikir.. setiap ibu memiliki ekspetasi yang berbeda-beda, Ekspetasi itu kemudian diukur dari pengetahuan si ibu..pengalaman si ibu.. latar belakang si ibu dll.
Tapi entahlah itu hanya sebagian research kecil dari saya.
Menurut saya anak yang baik adalah selain menjadi anak sholeh/solehah..anak itu harus pandai mengikuti masa-masa tumbuh kembang pada dirinya. Entah itu soal akademis, psikis dll

Intinya please mom..jangan jadi ibu yang cuek ya! Nasihat ini pun saya berikan juga untuk si embak,